DAFTAR PELATIH BGBL

Berikut adalah daftar pelatih Bantu Guru Belajar Lagi yang lolos verifikasi

Sawittri Charun

Mengembangkan Lingkungan Pembelajaran Positif Melalui Disiplin Positif

Pelatihan ini memberi pengenalan kepada konsep ‘Positive Discipline’ atau Disiplin Positif, termasuk dasar-dasar DP serta tools DP yang bisa digunakan di dalam kelas.

Tujuan Kelas

Memberikan alternati-alternatif kepada ‘hukuman’ (punishment) sbg alat manajemen kelas. Dengan menggunakan DP, guru juga bisa membangun life skills pada anak-anak. Pada akhir pelatihan diharapkan guru-guru merasa yakin dan siap untuk menggunakan beberapa alat DP untuk manajement kelas.

Metode Kelas

Face-to-face workshop menggunakan Cooperative Learning Structure.

 

Soni Riano

Pelatihan Menyimak

Pelatihan Menyimak Pelatihan menyimak atau mendengar aktif ini merupakan upaya untuk memaksimalkan potensi keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh setiap pendidik. Peran sebagai pendidik tidak hanya sebagai sosok yang memberikan ilmu kepada peserta didiknya, seringkali pendidik juga dipercaya oleh peserta didik sebagai tempat untuk mencurahkan keluh kesah mereka. Atau pendidik butuh menggali lebih dalam terkait kepribadian peserta didik, demi menunjang proses pembelajaran yang lebih baik. Melalui pelatihan mendengar aktif bagi pendidik ini, pendidik akan diberikan pemahaman dasar terkait bagaimana keterampilan menyimak yang baik, menghormati perasaan dan ungkapan hati peserta didik, serta mampu mengolah informasi dan curahan perasaan peserta didik.

Tujuan Kelas

Pelatihan ini bertujuan untuk membantu pendidik untuk lebih menghargai apa yang dikatakan dan dirasakan oleh peserta didiknya, mengolah informasi yang didapatkan setelah sesi menyimak apa yang disampaikan oleh peserta didik, serta menjadi lebih awas dan peka terhadap masalah yang secara tersirat maupun tersurat dirasakan oleh anak didiknya.

Metode Kelas

Pemberian materi terkait pemahaman dasar tentang bagaimana keterampilan menyimak yang baik, menghormati perasaan dan pengolahan informasi yang didapatkan merupakan tahapan awal, untuk kemudian memfasilitasi peserta mengungkapkan temuan mereka dalam pada anak didiknya masing-masing, dan ditutup dengan pemberian materi yang disesuaikan dengan temuan yang didapatkan demi menunjang keterampilan menyimak. Pada pelatihan ini, pelatih bertindak sebagai narasumber dan fasilitator.

Suwandi

Pengajaran Bahasa Inggris berbasis Mutliple Intelligences di Sekolah Menengah

Dalam banyak pemahaman tradisional, siswa yang cerdas siswa mempunyai nilai tinggi dalam ilmu bahasa dan matematika. Pertanyaanya, bagaimana dengan siswa- siswi yang tidak cakap di dua bidang tersebut? Bagaimana bisa guru memfasilitasi pembelajaran siswa-siswi yang beragam kesukaannya, talentanya, dan aspirasi hidupnya? Pada saat Howard Gardner, seorang profesor psikologi kognitif Harvard University memunculkan teori kecerdasan beragam/majemuk (Multiple Intelligence) yang menunjukkan bahwa setidaknya terdapat delapan kecerdasan dasar manusia, bagaimana kemudian guru-guru di kelas akan mengakomodasi ragam kecerdasan siswa-siswi mereka? Ketika teori Multiple Intelligences ini diapreasiasi oleh banyak pendidik di berbagai belahan dunia oleh karena aplikasinya yang berguna, bagaimana teori ini juga bisa membuat perbedaan pada pembelajaran di kelas-kelas di Indonesia, khususnya pada kelas-kelas bahasa?

Tujuan Kelas

Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan pengajaran bahasa, khususnya bahasa Inggris, melalui pendekatan kecerdasan beragam (Multiple Intelligences). Secara lebih khusus, pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan pendekatan pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 (revisi 2018) mata pelajaran Bahasa Inggris dengan pendekatan Multiple Intelligences.

Metode Kelas

Metode pengajaran yang akan disampaikan akan berbentuk semi-seminar, workshop, perencanaan praktek, praktek dan presentasi-refleksi hasil praktek.

 

Ahmad Syahid

Arlita Safdiantina

Bimo Arioseno

Dhika Suci Islamy

Gamification (Solusi Belajar di Era Digital)

Kemajuan teknologi merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindarkan oleh seluruh aspek kehidupan. Hal ini berlaku pula dalam dunia pendidikan. Penggunaan smartphone dan social media yang kian marak menimbulkan dampak tersendiri di dunia pendidikan. Hal utama yang disoroti oleh berbagai kalangan adalah maraknya game online yang membuat para siswa yang masih duduk di bangku sekolah menjadi kecanduan dan mengabaikan prestasi akademik. Maka, Gamification hadir sebagai salah satu solusi, dengan mengkombinasikan game atau aplikasi berbasis online yang bisa menunjang kegiatan belajar-mengajar.

Tujuan Kelas

– Memudahkan guru untuk mengembangkan media pembelajaran

– Memudahkan guru untuk mengontrol perkembangan akademis siswa

– Sebagai solusi alternatif bagi kekurangan peralatan laboratorium di sekolah

– Mempersiapkan manajemen kelas saat penggunaan media digital di sekolah

Metode Kelas

Metode bimbingan dibagi menjadi 2 tahapan : – Pemantapan teori – Praktek langsung dan bimbingan penggunaan media digital

 

Farida Nurlaela

Alat Permainan Edukatif PAUD APE

dirancang untuk membantu tumbuh kembang potensi intelegensia anak secara optimal.

Tujuan Kelas

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru paud.

Metode Kelas

Coaching dan Counseling (Pelatihan ini merupakan aktifitas yang mengharapkan timbal balik dalam penampilan kerja, dukungan pelatih, dan penjelasan secara perlahan bagaimana melakukan pekerjaan secara tepat)

 

Gita Tondok

Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas Anak Usia Dini

Pernahkah siswa di kelas Anda yang memiliki kepandaian di atas rata-rata mengganggu kegiatan pembelajaran di kelas denganberbuat iseng kepada teman yang berada di dekatnya atau bergerak resah ke sana ke mari? Atau siswa yang berkemampuan menengah ke bawah melamun, terlihat mengantuk, gelisah atau mengalami stress saat belajar? Salah satu faktor penyebab kejadian tersebut adalah ketiadaan pembelajaran terdiferensiasi sesuai kemampuan siswa yang berbeda-beda. Lalu apa yang sebaiknya guru lakukan? Pembelajaran berdiferensiasi dapat menjadi jawaban permasalahan ini karena memetakan kebutuhan siswa melalui kesiapan akademis, minat dan gaya belajar sehingga siswa tidak hanya mencapai tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum tetapi juga berkembang dan bertumbuh secara personal.

Tujuan Kelas

Workshop ini diadakan untuk membekali guru kelas dengan pengetahuan dan strategi pembelajaran terdiferensiasi sehingga guru dapat memetakan kemampuan peserta didik dan merancang pembelajaran yang sesuai dan cukup menantang bagi siswa.

Metode Kelas

Workshop tatap muka dengan aktivitas praktik langsung.

Hana Maulida

Mengajar Bahasa Asing dengan Menggunakan Pendekatan Berorientasi Aksi (ACTION-ORIENTED APPROACH)

Pengajaran Bahasa dengan pendekatan berorientasi aksi (action-oriented approach) adalah sebuah teknik mengajar yang memposisikan murid sebagai agen sosial. Layaknya seorang agen sosial, murid akan diberikan sebuah situasi komunikasi dan dia harus berinteraksi dengan yang lain. Untuk dapat berkomunikasi dengan baik, murid tentu harus memahami unsur-unsur kebahasaan dan pengetahuan sosiolinguistik yang melingkupinya. Metode pengajaran Bahasa asing paling mutakhir ini memfokuskan pada fungsi Bahasa sebagai alat komunikasi. Dengan demikian, murid akan lebih mudah memahami fungsi sebuah tata bahasa dan kosa kata yang mereka pelajari di kelas dan di saat yang bersamaan mereka dapat menggunakannya secara tepat karena terdapat konteks yang melingkupinya.

Tujuan Kelas

– Peserta memahami konsep pengajaran bahasa dengan Pendekatan Berorientasi Aksi (Action-Oriented Approach).

– Peserta memahami cara mengaplikasikan Pendekatan Berorientasi Aksi di kelas.

– Peserta dapat membuat Rencana Pelaksanaan Pengajaran yang sesuai dengan Pendekatan Berorientasi Aksi.

– Peserta melakukan simulasi mengajar dengan Pendekatan Berorientasi Aksi.

Metode Kelas

a. Ceramah Saya akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai pendekatan berorientasi aksi dan mempraktekan cara mengajar dengan pendekatan tersebut. Saya akan selalu berusaha untuk membuat peserta pelatihan berpartisipasi aktif karena saya ingin pelatihan ini berbentuk workshop. Setelah menjelaskan, saya akan menggunakan kahoot ataupun permainan lainnya untuk mengetahui pemahaman guru tentang materi yang diberikan.

b. Kerja Kelompok Setelah menjelaskan dan mempraktekan teknik mengajar, saya akan membagi peserta pelatihan ke dalam grup yang beranggotan tiga orang untuk membuat Rancangan Pelaksanaan Pengajaran (RPP).

c. Presentasi dan Simulasi Setelah setiap grup selesai membuat RPP, setiap grup akan mempresentasikan RPP yang telah dibuat dan jika sisa waktu masih banyak, peserta mempresentasikan RPP dalam bentuk simulasi kelas.

 

Irene Puti Irwanto

Perencanaan dan pengaturan area/lingkungan belajar untuk memenuhi kebutuhan siswa di kelas

Tujuan Kelas

Membangun pemahaman guru mengenai pemanfaatan area belajar yang diatur sedemikian rupa dengan tujuan memenuhi kebutuhan siswa belajar di kelas. Sehingga dikemudian hari guru dapat mengaplikasikan rancangan area belajar ini sesuai kebutuhan siswa di kelas.

 

JC Pramudia Natal

Merancang Musik untuk Belajar Apa Saja

Wahana musik untuk mengelola kelas dan mengajar mata pelajaran terkait.

Tujuan Kelas

Peserta mampu:

• Mengenali elemen-elemen musik yang terdapat dalam hidup sehari-hari

• Menggunakan elemen-elemen musik dan karya musik sebagai wahana pengelolaan kelas

• Menggunakan elemen-elemen musik dan karya musik sebagai wahana pengajaran mata pelajaran Dalam rangka menciptakan pendekatan belajar yang ramah kognisi anak

Metode Kelas

Sumatif (berkaitan dengan outcomes/luaran):

Peserta menciptakan purwarupa RPP yang menggunakan elemen-elemen musik dan karya musik sebagai wahana pengelolaan kelas dan pengajaran mata pelajaran.

Formatif (berkaitan dengan proses):

Peserta berbagi secara kreatif

• Elemen-elemen musik dan kemungkinan penggunaannya di dalam tata kelola kelas

• Elemen-elemen musik dan kemungkinan penggunaannya di dalam pengajaran mata pelajaran

 

Sabita Vidya

Home Based Learning Project

Home based learning project (HBLP) atau proyek pembelajaran berbasis rumah tangga adalah sebuah metode yang dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya rumahan. Metode pembelajaran ini dilaksanakan dalam aktivitas kerumahtanggaan seperti memasak, menanam, menata perabotan, membersihkan area rumah, memperbaiki benda benda, serta pengolahan limbah yang ada di sekitar bangunan rumah tinggal.

Tujuan Kelas

a. Guru maupun guru dapat memberikan stimulasi (kepada anak usia dini) atau pembelajaran (bagi siswa jenjang SD hingga SMA) secara multisensorik, efektif, dan efisien dengan aktivitas rumahan,

b. Pengembangan kemampuan membuat media pembelajaran yang efektif, murah, dan mudah bagi guru dan orang tua.

Metode Kelas

Workshop HBLP dapat dilaksanakan dengan pemaparan kisaran 20% teori konsep dan 80% aktivitas hand on teknik dasar pengolahan bahan.

 

 

Irma Nurul Fatimah

Seninya Matematika

Matematika selama ini dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan bagi anak-anak. Sebenarnya tanpa disadari Matematika ada di sekitar kita dan kita bisa melakukan pendekatan Matematika dengan bahasa lain yaitu bahasa visual. Dalam Seninya Matematika kita akan melihat beberapa materi seni yang sejalan dengan materi matematika dan mengintegrasikannya.

Tujuan Kelas

Mengenalkan dan mempraktekkan kesenian Matematika agar anak lebih memahami materi pelajaran

Metode Kelas

Metode yang dilakukan adalah penyampaian materi Seni Matematika dan workshop Seninya Matematika sesuai dengan jenjang SD dan SMP