Cara Guru Ajak Siswa Rayakan HUT RI ke-75 secara Virtual: Lomba Selfie Kemerdekaan hingga Lomba Hias Masker

Penutupan sekolah membuat berbagai kegiatan sekolah termasuk perayaan HUT RI tahun ini tak bisa dilakukan dengan tatap muka. Meski begitu, ada sekolah yang tetap mengadakan lomba 17 Agustus yang sudah menjadi tradisi setiap kali masyarakat merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. 

Empat hari menjelang peringatan HUT RI yang ke-75, Siva Hidayatul Qirom menggagas sebuah ide untuk mengadakan beragam lomba secara virtual yang melibatkan siswa-siswanya di SD Islam Diponegoro Surakarta. Persiapan singkat itu ia kerjakan bersama ketujuh rekannya sesama guru, mulai dari menentukan kegiatan apa saja yang akan dilombakan hingga membuat poster publikasi yang disebarkan melalui Facebook dan Instagram resmi sekolah. 

Gagasan mengadakan lomba 17 Agustus secara virtual berangkat dari kegelisahan Siva dan rekan-rekannya yang tak ingin pandemi mematikan kreativitas para siswa mereka. Menurut Siva, pemanfaatan media sosial bisa menjadi jembatan agar para siswa bisa terus berkreasi meski harus belajar dari rumah. 

Siva optimistis, perayaan Hari Kemerdekaan di masa pandemi yang serba terbatas tetap mampu memupuk semangat nasionalisme serta menumbuhkan kreativitas siswa. “Karena ada pandemi otomatis lombanya virtual. Walaupun begitu anak-anak masih bisa berkarya dari rumah,” tutur Wakasek Kesiswaan itu kepada Bantu Guru Belajar Lagi (BGBL), Senin (17/8). 

Adapun lomba virtual yang diadakan di SD Islam Diponegoro Surakarta meliputi lomba selfie kemerdekaan untuk siswa-siswa yang duduk di bangku kelas 1 hingga kelas 3 dan lomba menghias masker bagi kelas 4 hingga kelas 6. 

Siva menjelaskan, peserta lomba selfie kemerdekaan wajib mengunggah foto dirinya ke Instagram dengan mengenakan aksesoris bertema kemerdekaan yang dikreasikan seunik dan semenarik mungkin. Selain diunggah ke Instagram dengan menandai akun @sd_islam_diponegoro, foto tersebut juga harus dikirimkan kepada wali kelas. 

Sementara untuk lomba menghias masker, siswa bebas berkreasi menggunakan bahan-bahan seperti kain, flanel, payet dan mote untuk membuat Alat Pelindung diri (APD) itu jadi terlihat lebih menarik. Masker yang telah dihias kemudian difoto dan diunggah ke Instagram. Menurut Siva, lomba menghias masker dalam rangka memperingati HUT RI ke-75 disesuaikan dengan kondisi yang terjadi saat ini. 

“Selain sebagai upaya pencegahan COVID-19, lomba menghias masker juga mendorong kreativitas siswa untuk berkreasi,” imbuhnya. 


Sumber: IG @sd_islam_diponegoro

Siva pun memuji tingginya antusiasme para siswanya yang mengikuti lomba virtual ini. Terbukti, ada lebih dari 100 siswa yang mengirimkan karya mereka di hari pertama, yakni tepat di tanggal 17 Agustus. Jumlah tersebut akan terus bertambah mengingat batas pengiriman karya baru akan ditutup pada 22 Agustus. Ia mengatakan partisipasi siswa yang begitu besar juga tak lepas dari dukungan wali murid yang patut diapresiasi. 

Nantinya, juara 1, 2, dan 3 dari masing-masing lomba akan ditentukan dari seberapa unik dan kreatif foto yang diunggah para peserta. Sementara pemenang favorit bergantung pada jumlah like terbanyak di Instagram. Pemenang lomba akan diumumkan pada 27 Agustus mendatang. 

Siva menyadari, perayaan kemerdekaan di lingkungan sekolah tahun ini jelas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Misalnya, upacara HUT Kemerdekaan yang kali ini ditiadakan. Meski begitu, peringatan 75 tahun Indonesia Merdeka masih bisa semarak atas inisiatif sekolah yang mengadakan lomba secara virtual dan dukungan dari orang tua siswa. Cara tersebut dianggap mampu menumbuhkan semangat nasionalisme para siswa melalui kreativitas dan kebebasan mereka untuk berkreasi. 

Hal ini tak jauh berbeda dengan yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim usai mengikuti upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia secara virtual langsung dari halaman kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta, pada Senin (17/8). Menurut Mendikbud, kemerdekaan adalah kesempatan untuk memerdekakan impian anak-anak Indonesia agar mereka bermimpi tanpa batas.

“Kemerdekaan adalah kesempatan untuk bermimpi tanpa kecemasan. Kesempatan untuk bertanya tanpa rasa takut dan kesempatan untuk berkarya tanpa batas,” tutur Nadiem. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *